#wilsafact

wilsafact copy

 

Ayo, disini siapa yang pernah mengalami yang namanya menstrual synchrony (khusus yang cewek)?

 

Menurut teori, siklus menstruasi sekelompok orang yang tinggal bersama dalam jangka waktu yang lama (misal keluarga di rumah, asrama, penjara, dsb) dapat mengalami sinkronisasi seiring berjalannya waktu.

Menstrual synchrony sebenarnya masih berupa teori. Belum ada fakta yang membuktikan fenomena ini benar-benar terjadi.

Mari kita pertimbangkan bahwa siklus menstruasi yang normal bervariasi antara 21 hari – 35 hari dan menstruasi berlangsung selama 2 sampai 7 hari. Pertimbangkan bahwa beberapa wanita memiliki siklus yang tetap dan konsisten, sementara yang lain punya pola yang berbeda-beda, ada yang tetap-tidak tetap-tetap lagi, dst. Pertimbangkan bahwa siklus ovarium dan kondisi tertentu dapat menyebabkan siklus menjadi tidak tetap/terganggu. Pertimbangkan juga bahwa kesibukan dan kegiatan berat dapat mempengaruhi menstruasi. Mari kita gabungkan semua pertimbangan tadi dan dapat kita lihat bahwa siklus seringkali saling tumpang tindih secara kebetulan, dan sulit kita tetapkan bahwa siklus tersebut mengalami sinkronasi.

 

Mengapa ya sebagian besar pria pernah merasakan sensasi merinding ketika buang air kecil, terutama setelah agak lama menahan kencing ?

Dalam bahasa Inggris fenomena bergidik ketika buang air kecil disebut pee shivers atau pee shakes. Gejalanya adalah rasa merinding yang merambat lewat tulang belakang, hingga seluruh tubuh bergidik dan menyebabkan beberapa bagian tubuh ikut bergetar.

Meski lebih banyak dialami oleh pria, penelitian membuktikan bahwa sebagian wanita juga pernah mengalami fenomena bergidik saat buang air kecil, sekitar 58 persen wanita pernah mengalaminya sementara pada pria persentasenya mencapai 83 persen.

Hingga kini belum ada penjelasan ilmiah yang benar-benar memuaskan terkait fenomena ini.
Salah satu teorinya adalah, fenomena ini terjadi akibat perubahan pada sistem saraf ketika kandung kemih dikosongkan. Perubahan itu merupakan akibat dari keluarnya air kencing dalam jumlah banyak sekaligus, yang membawa suhu panas keluar dari dalam tubuh.

Namun teori ini dinilai lemah, karena tidak berlaku ketika tubuh mengeluarkan cairan tubuh lainnya. Misalnya saat muntah-muntah atau melakukan transfusi darah, orang tetap tidak merinding seperti ketika buang air kecil meski sama-sama mengeluarkan cairan dan panas tubuh.

#wilsafact

#quickfact

#sumaterasatu